Apa itu Keracunan Darah (Sepsis) dan Apa Penyebabnya?

Ilustrasi




Pernah mendengar istilah keracunan darah? Salah satu penyakit berbahaya dan mematikan ini perlu diwaspadai; oleh karena itu memahami kondisi, gejala, dan penyebabnya adalah hal yang sangat penting. Read on!

Keracunan darah adalah istilah sehari-hari yang sering digunakan untuk menyebut penyakit sepsis atau septicemia. Kita sudah sering mendengar istilah keracunan darah. Tapi apa sebenarnya penyakit ini? Apa penyebabnya? Bagaimana gejalanya?

Keracunan Darah

Sepsis adalah kondisi yang memiliki potensi mematikan dimana seseorang mengalami peradangan di seluruh tubuh sebagai hasil infeksi bakteri di dalam darah, urin, paru-paru, dan jaringan lainnya (bakteremia, masuknya bakteri ke dalam darah). Kondisi ini adalah sebagai respon dari sistem kekebalan tubuh  kepada bakteri dan biasa disebut ‘sindrom respon peradangan sistemik‘ (systemic inflammatory response syndrom; SIRS). Ini bisa menyebabkan kegagalan fungsi organ (karena perubahan-perubahan aliran darah) dan bahkan kematian jika menjadi parah dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Pada umumnya, istilah sepsis digunakan untuk menyebut respon kekebalan tubuh terhadap bakteri tersebut. Sedangkan istilah septicemia digunakan untuk menyebut bakteremia dan gejala-gejalanya. Namun demikian, kedua istilah ini sering digunakan untuk menyebut kedua kondisi tersebut sekaligus.

Gejala-Gejala Keracunan Darah

Gejala-gejala awal yang bisa menjadi indikasi keracunan darah adalah:


  •     Demam tinggi atau suhu tubuh tiba-tiba  menurun drastis
  •     Mengigigil
  •     Peningkatan denyut jantung
  •     Ruam (berwarna kemerahan)
  •     Nyeri pada sendi dan lutut
  •     Mual (nausea)
  •     Muntah
  •     Bingung
  •     Sakit/nyeri pada bagian perut


Jika berkembang menjadi sepsis, maka gejala-gejalanya termasuk:


  •     Peningkatan jumlah sel darah putih (leukositosis)
  •     Peradangan seluruh tubuh
  •     Tekanan darah menurun drastis
  •     Masalah-masalah yang berkaitan dengan kerusakan organ
  •     Kesulitan bernafas


Penyebab Keracunan Darah

Penyebab keracunan darah pada intinya adalah infeksi – jenis atau karena apapun – , termasuk infeksi karena luka. Dalam kasus normal, sistem kekebalan tubuh mampu melokalisir infeksi hanya pada satu titik atau tempat tertentu dan inilah yang disebut sebagai “infeksi lokal”. Tubuh kemudian memproduksi sel darah putih dan menghancurkan infeksi lokal tersebut serta memperbaiki jaringan yang bengkak. Ini membantu  mencegah penyebaran infeksi dan sekaligus mematikan infeksi tersebut.

Namun demikian, dalam kasus infeksi parah atau sistem kekebalan tubuh dalam kondisi lemah, infeksi ini bisa menyebar melalui darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini kemudian menghasilkan respon tubuh yang disebut sepsis.

Ada banyak penyebab potensial keracunan darah, diantaranya adalah:


  •     Infeksi paru-paru (pneumonia)
  •     Radang usus buntu (apendisitis)
  •     Flu alias influenza
  •     Infeksi saluran kemih
  •     Infeksi kulit akibat luka atau penggunaan infus ataupun kateter
  •     Infeksi pasca bedah
  •     Infeksi sistem syaraf seperti meningitis atau ensefalitis
  •     Dalam beberapa kasus khusus, penyebab infeksi tidak dapat diidentifikasi


Diagnosa dan Pengobatan

Diagnosa bakteremia didasarkan pada kondisi pembiakan darah bersamaan dengan gejala-gejalanya. Pengobatan membutuhkan rawat inap. Ini sangat penting dan harus dilakukan segera untuk mencegah sepsis dan kegagalan organ. Keracunan darah dapat diobati dengan antibiotik intravena, yaitu antibiotik yang disalurkan langsung ke dalam aliran darah. Perawatan dan pengobatan ini biasanya dilakukan antara 7 hingga 10 hari. Dalam beberapa kasus lainnya, pengobatan bisa dilakukan dengan menggunakan insulin atau steroid, transfusi darah, dan dialisis.

Harapan sembuh (prognosis) pada sepsis parah relatif kecil, dengan rata-rata 25 – 30 persen pasien meninggal dalam kurun waktu 30 hari. Jika ini berkembang menjadi “syok sepsis” (Septic Shock) maka jumlahnya meningkat hingga 40 – 60 persen. Kematian lain karena infeksi yang tidak terawat/terkontrol atau immunosupresi bisa terjadi dalam 6 bulan.

Sumber: kolomsehat

0 Response to "Apa itu Keracunan Darah (Sepsis) dan Apa Penyebabnya?"

Posting Komentar

Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;