Waspadai Gejala Kehamilan Ektopik



Kesehatan

Rabu 12 Syaaban 1435 / 11 Juni 2014 10:43




KEHAMILAN adalah hal yang paling dinanti oleh setiap istri. Itu merupakan tanda bahwa Allah akan memberinya buah hati. Namun saat ini banyak kejadian aneh seputar kehamilan. Salah satunya hamil diluar rahim. Seperti apakah hamil diluar rahim itu?


Kehamilan diluar rahim atau istilah medisnya kehamilan ektopik, biasanya terjadi didalam tuba falopi. Situasi ini membahayakan nyawa karena dapat menyebabkan pecahnya tuba falopi jika kehamilan berkembang.


Penyebab kehamilan ektopik cukup beragam dan tidak ada pilihan pengobatan untuk kondisi ini. Satu-satunya tindakan medis yang bisa dilakukan adalah dengan menghilangkan janin ‘liar’ tersebut.


Jika seorang wanita mengalami kehamilan ektopik, maka secara umum biasanya gejala yang dirasakan pada usia kehamilan 6 hingga 10 minggu seperti rasa sakit pada daerah panggul. Nyeri ini bisanya menyerang secara tiba-tiba. Gejala lain adalah sering mengalami pingsan, mengalami nyeri di bawah perut, adanya pendarahan di luar yang bukan merupakan darah menstruasi.


Dalam kondisi lebih lanjut, gejala ektopik awal akan semakin berlanjut pada nyeri perut yang makin sering muncul. Tanda-tanda lain adalah kondisi kulit sang ibu yang terlihat lebih pucat serta mengalami hipotensi atau tekanan darah yang terlalu rendah namun dibarengi dengan denyut nadi yang justru meningkat. Jika Anda calon ibu, dan merasakan tiga sampai empat gejala yang disebutkan di atas, mungkin lebih bijak jika Anda segera bertemu dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Jenis kehamilan abnormal ini bisa saja menimpa siapapun. Meskipun berdasarkan survey, kondisi ini hanya terjadi kira-kira 1% dari seluruh jumlah kehamilan. Namun kewaspadaan tetap harus dijaga. Terutama bagi mereka yang berdekatan dengan penyebab kehamilah ektopik. Berdasarkan penelitian di kalangan medis, ditemukan beberapa faktor yang menjadi penyebab kelainan ini, antara lain :

• Sang ibu pernah menjalani operasi pembedahan di sekitar area tuba falopi.

• Sang ibu pernah menjalani DES di masa kehamilan.

• Tuba falopi terdeteksi mengalami kelainan kognital.

• Sang ibu memiliki riwayat medis PMS atau Penyakit Menular Intimual. Jenis penyakit ini seperti Klamidia, PID atau Pelvic Inflamamtory Disease, Gonorrhea dan semacamnya.

• Sang ibu memiliki riwayat kehamilan ektopik sebelumnya.


Jenis kehamilan ini tak bisa diobati. Langkah medis yang akan dilakukan oleh dokter adalah dengan membatalkan kehamilan sang ibu dengan cara memberi resep obatan untuk menahan laju pertumbuhan embrio. Jika dideteksi lebih awal, maka dokter cukup menyuntikkan obat yang merangsang tubuh menyerap janin yang menempel tersebut sehingga tidak lagi tumbuh. Namun dalam kondisi tertentu, dokter akan menyarankan pembedahan jika ternyata organ tempat janin menempel ikut mengembang.


Memahami penyebab kehamilan ektopik serta gejala-gejala yang umumnya dirasakan para ibu yang mengalami kelainan tersebut adalah salah satu langkah untuk melindungi diri. Semakin cepat diketahui akan semakin baik bagi kesehatan ibu. Jika terjadi kelalaian, bisa saja nyawa sang ibu jadi pertaruhan. Jadi tetaplah waspada terutama bagi mereka yang memang beresiko. [fha/islampos/perlutahu]


Redaktur: Eva Fatmah Hasan













Source: http://ift.tt/1uVcYO5


Category: frontpage


0 Response to "Waspadai Gejala Kehamilan Ektopik"

Posting Komentar

Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;