Nasional
Rabu 12 Syaaban 1435 / 11 Juni 2014 07:12
CENTRE for Democracy and Social Justice Studies (Cedsos), mengggelar konferensi pers berjudul “Manuver Hendropriyono dan Andika Perkasa Berpotensi Mengancam Ummat Islam, Kesatuan TNI dan Bangsa Indonesia”, Selasa (10/6) di rumah makan dapur selera, Jakarta Selatan.
Peneliti Cedsos sekaligus pengamat intelejen, Umar Abduh hadir sebagai pembicara yang dimoderatori oleh pengamat intelejen, Al-Chaidar.
Umar Abduh menjelaskan, konferensi pers ini diadakan untuk mengingatkan kembali ummat Islam, TNI, dan Bangsa Indonesia terhadap sepak terjang Hendropriyono dan Andika Perkasa agar jangan sampai membiarkan keduanya melancarkan trick dan manuvernya.
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono merupakan sosok yang penting dalam tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Dalam rekam jejaknya, Hendro kerap menjalankan kepentingan asing dalam melanggengkan isu terorisme di Indonesia.
Dalam makalahnya, dia menjelaskan keterlibatan Hendropriyono dan Andika Perkasa dalam kasus penangkapan Omar Farouq, eliminasi Tengku Fauzi Hasbi Geudong, dan dukungan kepada pesantren Ma’had Al-Zaytun.
Penangkapan Omar Farouq di Masjid Jami’ Bogor oleh pasukan elite Sandhi Yudha Koppassus dipimpin Andika Perkasa, pada 5 Juni 2005. Operasi itu dilakukan atas perintah sang mertua Hendropriyono tanpa melalui prosedur dan ketentuan yang berlaku, yakni melakukan koordinasi dengan pihak Polri, BAIS, dan Menko Polhukam.
Atas nama kepala BIN, kata Umar, Hendropriyono mengekstradisi langsung dan menyerahkan Omar Farouq kepada CIA di Bandara Halim Perdana Kusuma tanggal 6 Juni 2002 untuk selanjutnya dibawa ke penjara Baghram Afghanistan.
“Di sini Hendro sebagai kepala BIN secara sadar atau tidak sadar, sesungguhnya telah melakukan pelanggaran dan berkhianat kepada Undang-Undang Pertahanan Keamanan dan Kedaulatan Republik Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut dalam makalahnya dia menceritakan, bahwa menyalahgunakan jabatan dan kekuasaannya dengan melakukan operasi eliminasi Tengku Fauzi Hasbi Geudong dan seluruh dokumen yang dimilikinya di Ambon 22 Februari 2003.
“Saya menginginkan masyarakat waspada tentang kiprah dua orang, karena akibatnya umat Islam menderita dan menjadi penipuan dan manupulasi-manipulasi,” imbuhnya. [Andi/Islampos]
Redaktur: Pizaro
Source: http://ift.tt/1uUnXau
Category: frontpage
0 Response to "Jalankan Misi CIA, Hendropriyono Dinilai Ancam Kedaulatan Bangsa"
Posting Komentar
Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;