Zulhana (37 Tahun) Tetap Tegar Cari Nafkah, Urus Suami Dan Anak



Wakaf

Selasa 28 Jamadilakhir 1435 / 29 April 2014 09:48




BWA-ZPP.Untuk bisa membayar kontrakan dan memenuhi kebutuhan pokok keluarga, penjahit bordir Zulhana (37 tahun) harus membanting tulang sendirian. Tidak mudah bagi ibu dua anak ini membagi waktu antara pekerjaan, mengurus anak dan mengurus suami.


Saat Zulhana menjahit bordir


Ibu muda ini tetap tegar menghadapi itu semua walau saat bercerita tak kuasa menahan air mata. Lelah terlihat jelas diraut wajahnya. Ketika bekerja pun sampai beberapa kali jatuh sakit karena terlalu capek. Namun dia yakin, apa yang dilakukannya adalah bentuk bakti pada suami.


Sang suami Fahmi Yunus, sudah hampir 4 tahun menjalani cuci darah (hemodialisa) akibat menderita gagal ginjal akut, sehingga tidak sanggup lagi mencari nafkah untuk keluarganya. “Semenjak suami saya sakit, saya yang mencari nafkah, mengurus anak-anak dan mengurus suami,” cerita Zulhana.


Walhasil pekerjaan warga gang HS, Pamulang Barat, Tangerang Selatan sering tertunda akibat harus mengantar anak sekolah, mengurusi pekerjaan rumah tangga serta mengantar suami cuci darah jika kondisinya lemah.


Hal ini tentu berimbas pada penghasilannya. Sehingga untuk bisa menutupi kebutuhannya, dia sering meminjam ke tetangga begitu juga ketika saatnya membayar kontrak rumah, namun uang tidak ada. “Kami tidak ingin diusir (dari kontrakan, red) dan hidup tidak layak di jalan,” kata Zulhana.


Melalui program Zakat Peer to Peer, Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) mengajak kaum Muslimin meringankan beban Zulhana dengan membayar biaya kontrak rumah petaknya selama satu tahun.[]untuk berdonasi Klik disini


Redaktur: Wakaf Qur’an













Source: http://ift.tt/1iw0Lq4


0 Response to "Zulhana (37 Tahun) Tetap Tegar Cari Nafkah, Urus Suami Dan Anak"

Posting Komentar

Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;