Peringatan Hari Raja Abdullah di Tengah Perselisihan Kerajaan


Senin, 27 Jumadil Akhir 1435 H / 28 April 2014 19:24 wib


ARAB SAUDI (voa-islam.com) – Sabtu (26/04/14) Kerajaan Arab Saudi merayakan peringatan hari pengangkatan Raja Abdullah bin Abdul Aziz yang kesembilan di tengah-tengah perpecahan di internal Saudi dengan adanya pemecatan dan pengangkatan pejabat yang menduduki jabatan yang sensitif.


Terakhir dari perubahan jabatan adalah digantikannya putera Mendiang fahad bin Abdul ‘Aziz dari jabatan kementeriannya dengan putera mahkota, Pangeran Salman bin Abdul Aziz sebagai pengganti posisinya.


16 April 2014 Pangeran Bandar bin Sulthan selaku Kepala Badan Intelijen Saudi diturunkan dari jabatannya dan digantikan oleh Jenderal Yusuf al-Idris. Hal ini juga merupakan sesuatu yang pertama kali terjadi, di mana keluarga Saudi mengangkat seseorang yang bukan dari keluarga Alu Saud untuk menduduki jabatan sensitif.


Sementara itu tanggal 21 Kerajaan Saudi mengeluarkan keputusan raja yang menonaktifkan Menteri Kesehatan, Abdullah bin Abdul Aziz, dari jabatannya dan mengangkat seorang Penasehat Dewan Kerajaan.


Di samping itu, seorang penulis Saudi, Muhammad Filali, mengungkapkan hakekat penyebab pemberhentian Pangeran Bandar bin Sulthan dari Kepala Badan Intelijen oleh Raja Abdullah bin Abdul Aziz, di mana Abdu Aziz bin Fahad, suami putri Raja Abdullah, memilih untuk menjadi “umpan”, yang dipersembahkan kepada Raja adalah anaknya, Pangeran Manshur.


“Saya mengira bahwa Pangeran Abdul Aziz bin Fahad akan berhasil dalam melangsungkan rencananya, yang tersingkap tirainya, di mana ia melayangkan surat kepada Raja yang mengambil manfaat dari perselisihan terakhir untuk jaminan masa depan anak-anaknya di Negara Saudi” tutur Muhammad.


Niat Pangeran yang tersirat dalam surat yang ia sampaikan kepada Raja Abdullah pun terbongkar, di mana Syaikh Rasyid At-Tuwejiry menyampaikan tentang niatan tersebut kepada Pangeran Nayef dan Nayef pun menyampaikan kepada Raja Abdullah sehingga dikeluarkanlah Surat Keputusan Raja nomor 132 27 Juni 2013


Pangeran Abdul Aziz menyangka bahwa pernikahannya dengan puteri Raja Abdullah akan memberikan ruang di hati sang raja. Namun nampaknya ia memilih berada di zona yang “kasar” menurut Raja, di mana adanya hubungan antara Raja dan keluarga At-Tuweijiry.


Orang-orang terdekat dengan Pangeran Abdul Aziz bin Fahad pesimis dengan masa depan mereka. Mereka melihat kesempatan terakhir mereka telah hilang, karena melihat catatan hitam Pangeran dalam masa menghilang yang lama dan berulang kali. Keputusasaan sang pangeran sampai pada tahap ia menunggu kematian Raja hingga ia menemukan kesempatan emas.


Muhammad menambahkan, beberapa pihak dari afliasi As-Sudairy yang termarjinalkan pada periode Abdullah bin Abdul Aziz ini melihat bahwa persamaan antara Raja Abdullah dan Pangeran Nayef dalam penunjukkan membawa bahaya yang serius terhadap entitas Saudi.[usamah/sfwn]


Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!



Source: http://ift.tt/QUxeAj


0 Response to "Peringatan Hari Raja Abdullah di Tengah Perselisihan Kerajaan"

Posting Komentar

Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;