TEMPO.CO, Jakarta – Jejaring sosial kembali menjadi target yang paling sering digunakan untuk melakukan serangan phishing. Pada Maret, penjahat cyber terlihat mencatut LinkedIn, jejaring sosial berorientasi bisnis dengan 200 juta anggota di seluruh dunia.
Email massal dengan tema St. Patrick’s Day menawarkan pengguna LinkedIn akun premium secara gratis. Untuk mengakses akun tersebut, penerima diharuskan mengklik tautan yang ternyata mengarahkan pengguna ke laman phishing, dan bukan ke situs resmi LinkedIn. Login dan password yang dimasukkan pengguna lalu dikirim ke para pelaku.
Kaspersky Lab melaporkan, meskipun jumlah serangan phishing terhadap toko online melonjak, jenis target yang paling kerap menjadi sasaran serangan spam tetaplah situs jejaring sosial (23,5 persen).
Setelah jejaring sosial, target kedua yang paling sering menjadi sasaran spam adalah kategori layanan email dan pesan singkat (instant messenger) dengan jumlah 16,6 persen. Jumlah serangan ke mesin pencari (14,4 persen) serta perusahaan keuangan dan pembayaran online (13,2 persen), masing-masing turun 2 dan 3,5 poin persentase. Hal ini membuat mesin pencari berada di tempat ketiga di atas perusahaan keuangan dan pembayaran online.
Sementara jumlah serangan phishing terhadap toko online naik 8,9 poin persentase, dan menempatkan toko online di tempat kelima (12,8 persen).
Lampiran email berbahaya dengan penyebaran paling luas di bulan Maret adalah Trojan-Spy.HTML.Fraud.gen, Aspxor network worm (worm jaringan), email-Worm.Win32.Bagle.gt, Zbot Trojan, The Bublik family of Trojan downloaders (pengunduh Trojan), dan The Andromeda family of backdoors (backdoor keluarga Andromeda).
via HeniPutra.Net http://ift.tt/1m09fK4
0 Response to "LinkedIn Jadi Target Serangan Phising Maret"
Posting Komentar
Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;