Dunia
Rabu 30 Muharram 1435 / 4 December 2013 06:49
MANTAN Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Selasa kemarin (3/12/2013) menantang penggantinya Hassan Rouhani untuk berdebat terkait tuduhan yang dianggap tidak berdasar dan tidak adil bahwa dirinya bertanggung jawab untuk krisis ekonomi Iran.
Sebelumnya selama pidato di televisi untuk menandai 100 hari pertama menjabat pekan lalu, Rouhani mengatakan telah terjadi pemborosan di masa pemerintahan Ahmadinejad dan salah urus di bidang ekonomi sehingga menimbulkan inflasi yang tinggi dan devaluasi mata uang akibat sanksi internasional.
Rouhani mengatakan, pemerintahnya telah mewarisi utang sebesar 67 milyar dolar dari Ahmadinejad, meskipun Iran meraup pendapatan minyak 600 milyar dolar selama masa delapan tahun pemerintahan Ahmadinejad.
Ahmadinejad, yang meninggalkan kantornya pada bulan Agustus lalu, mengatakan ia telah memutuskan untuk merespon apa yang disebutnya pernyataan tidak benar yang dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang menyesatkan.
“Saya merasa perlu untuk mengundang anda yang mulia untuk menjernihkan ambiguitas dan fakta sebenarnya kepada anda dalam suasana yang ramah dan perdebatan yang jujur,” tulis Ahmadinejad dalam sebuah surat yang salinannya diterbitkan oleh kantor berita Mehr.
Menanggapi tantangan, penasihat Rouhani mengatakan bahwa Presiden menyambut baik undangan untuk melakukan perdebatan dengan syarat bahwa Ahmadinejad harus menghormati kebenaran, menurut kantor berita Fars.[fq/islampos/worldbulletin]
Redaktur: Al Furqon
0 Response to "Tolak Dituduh Biang Krisis Ekonomi, Ahmadinejad Tantang Debat Rouhani"
Posting Komentar
Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;