Hasan Nasrallah Tuduh Saudi Dalangi Pemboman di Kedubes Iran

Rabu, 04/12/2013 15:47:33 | Shodiq Ramadhan | Dibaca : 19


Hassan Nasrallah


Beirut (SI Online) – Pimpinan Hizbullah Libanon Hassan Nasrallah menyebut Arab Saudi berada di balik dua serangan bom terhadap Kedutaan Besar Iran di Beirut yang menewaskan 25 orang bulan lalu.


“Brigade Abdullah Azzam, organisasi yang berafiliasi kepada Alqaeda dan menyatakan bertangggungjawab atas serangan itu “memiliki seorang emir dan dia ini seorang Saudi, dan saya yakinkan bahwa organisasi ini terkait dengan dinas intelijen Saudi yang mengarahkan grup-grup seperti ini di beberapa bagian dunia,” tuduh Nasrallah kepada televisi Lebanon, OTV.


Hizbullah dan Iran mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, sedangkan Arab Saudi mendukung oposisi Suriah.


Serangan bom 18 November ke Kedubes Iran itu terjadi menyusul ofensif besar-besaran pemerintah Suriah ke beberapa front penting dalam perang Suriah yang brutal, di antaranya Damaskus dan Aleppo.


Sehari setelah serangan bom ke Kedubes Iran itu, Saudi mengutuknya sebagai tindakan pengecut dan teroris.


Nasrallah menyatakan pemboman Kedubes Iran yang berada di basis Hizbullah di selatan Beirut itu ada kaitannya dengan kemarahan Saudi terhadap Iran menyangkut kegagalannya di Suriah.


“Saudi Arabia membuat Iran harus menanggung konsekuensi dari kegagalan rencananya di kawasan itu,” kata Nasrallah.


“Ketika Teheran bertahun-tahuan berupaya membuka pintu (negosiasi) dengan Arab Saudi, pihak lain yang malah menutup semua pintu dan jendela adalah Arab Saudi,” kata Nasrallah. “Masalahnya adalah Arab Saudi sejak awal menganggap Iran sebagai musuh.”


“Arab Saudi ingin menjadi pemimpin dunia Arab dan muslim, dan menolak setiap sekutu atau penyandingnya. Saudi ingin semua pemerintahan di dunia Arab dan muslim mengikuti perintahnya,” tudingnya.


Nasrallah mengatakan kesepakatan nuklir antara Iran dengan kelompok negara besar P5+1 telah menunda peperangan (Saudi melawan Iran), kendati kesepakatan itu hanya sementara.


Di bawah kesepakatan sementara yang ditandatangani pada 24 November bersama Amerika Serikat, Prancis, Inggris, China dan Jerman, Iran setuju membatasi pengayaan uranium dengan kompensasi pengurangan sanksi PBB dan Barat.


Pemerintah Saudi dengan hati-hati menyebut kesepakatan itu sebagai langkah pertama menuju solusi komprehensif untuk program nuklir Iran “jika Iran memang beritikad baik”.


Dalam front lain, Nasrallah mengakui bahwa Hizbullah memang ikut berperang di Suriah yang disebutnya demi melindungi Libanon.


“Apabila Suriah jatuh ke tangan pemberontak, bagaimana masa depan Lebanon nanti?” tanya Nasrallah. “Kami pergi ke Suriah untuk melindungi semua yang ada di Lebanon.”


Nasrallah mengatakan keputusan itu murni keputusan Hizbullah, bukan atas arahan Iran.


“Kami tak memasuki Suriah atas arahan Iran. Ini keputusan kami, dan kami memang menginformasikan soal ini kepada saudara-saudara kami di Iran,” bantahnya seraya menyatakan dengan terjun ke Suriah maka bisa mencegah dampak konflik Suriah ke Lebanon.


Sikap Libanon sendiri terpecah dalam soal perang di Suriah, kendati sikap resmi pemerintah adalah netral.


red: abu faza

sumber: ANTARA


Baca Juga



  • Kekurangan Jumlah Penduduk, Jepang Galakkan Perjodohan

  • Wah, Setelah Diluncurkan Mabes Polri Malah Tunda Penggunaan Jilbab Polwan

  • Inilah Sejumlah Persoalan Umat di Bekasi

  • Pemerintah Komunis China Tuduh Muslim Xinjiang Berada di Balik Serangan Teroris

  • Bela Agama dan Negara, Ribuan Laskar Pembela Islam akan Demo Kedubes Australia dan AS


Source: http://www.suara-islam.com/read/index/9208



0 Response to "Hasan Nasrallah Tuduh Saudi Dalangi Pemboman di Kedubes Iran"

Posting Komentar

Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;