Persaingan di sektor mesin pembanding harga di Indonesia semakin memanas dengan munculnya nama baru di minggu ini: Pricebook. Startup ini baru muncul dengan mengantongi dana investasi sebesar USD 150.000 dari Incubate Fund asal Jepang, dan menjadi investasi pertama VC tersebut di Asia Tenggara. Apakah masih ada tempat untuk perusahaan lain di industri ini? Tim Pricebook menjawab ya.
Masahiko Honma dari Incubate Fund menjelaskan bahwa ada banyak pesaing di Indonesia, tapi belum ada satupun yang mendominasi industri ini. Mereka yakin bahwa ada kekosongan besar dalam hal informasi di industri ini, dan Pricebook ingin menjadi penguasa dalam hal mengumpulkan dan mempersembahkan listing informasi e-commerce yang tersebar menjadi data produk online yang akurat dan membantu, dan diterapkan secara real-time.
Apa yang ditawarkan Pricebook
Pricebook akan berfokus menawarkan dua hal kepada penggunanya: pembanding harga dan produk. Pembanding produk akan memperlihatkan informasi seperti rating produk, spesifikasi, ulasan, dan thread forum. Sementara pembanding harga mengurutkan produk dan toko online berdasarkan harganya, serta dilengkapi dengan detil lain seperti rating toko. Pricebook saat ini membandingkan empat kategori barang: handphone, komputer, kamera, dan elektronik.
Pricebook berencana untuk mengekspansi kategori barangnya dan terus meningkatkan fitur pencariannya. Paham bahwa Indonesia adalah negara yang mencintai perangkat mobile, Pricebook punya situs versi mobile, dan tim Pricebook nantinya akan meluncurkan aplikasi smartphone mereka.
Proyek ini sekarang dijalankan oleh dua founder-nya, Tomonori Tsuji sebagai CEO, dan Ryoji Mori sebagai CTO. Mereka sekarang tinggal di Jakarta dan sedang mencari para ahli lokal untuk membantu mereka menjalankan perusahaan ini di Indonesia.
Proyek ini dimulai di bulan Januari 2013 dan kemudian dimulai kembali dengan anggota tim baru di bulan September. Perusahaan ini sekarang sudah mendaftarkan 6.000 produk dan 10.000 harga dari 30 toko dalam database-nya. Saat ini Pricebook secara khusus berfokus pada produk smartphone.
Investasi dan rencana
Sebagai investasi pertama Incubate Fund di Asia Tenggara, Honma menjelaskan bahwa alasan yang membuatnya mau berinvestasi adalah karena chemistry yang baik dengan para founder Pricebook serta mereka memiliki model bisnis yang meyakinkan. Tim startup ini memilih untuk melakukan peluncuran di Indonesia karena potensi e-commerce-nya yang besar bisa dimanfaatkan dalam waktu beberapa tahun ke depan. Tsuji berkomentar:
Indonesia dan Asia Tenggara secara keseluruhan sedang bertumbuh dengan pesat, dan itu membuat melonjaknya jumlah konten online. Dan karena itu wilayah ini perlu agregator. Misi kami adalah untuk mendukung pertumbuhan e-commerce itu bersama dengan para pelakunya – yaitu pembeli, penjual, distributor, dan produsen. Kami tahu betapa pentingnya kemudahan berbelanja online bagi pembeli, dan seberapa bernilai data e-commerce bagi penjual. Kami ada di sini untuk itu.
Tim ini akan sangat sibuk karena punya banyak pesaing. PriceArea sekarang punya 8,5 juta produk yang terdaftar dalam situsnya. Selain itu ada juga beberapa saingan lain seperti Telunjuk, PricePanda milik Rocket Internet, Kakaku dari Jepang, dan PriceArea dari Thailand.
Source: http://id.berita.yahoo.com/dengan-dana-awal-sebesar-usd-150-000-pricebook-130033837.html
via HeniPutra.Net http://heniputra.net/dengan-dana-awal-sebesar-usd-150-000-pricebook-diluncurkan-di-indonesia.html
0 Response to "Dengan dana awal sebesar USD 150.000, Pricebook diluncurkan di Indonesia"
Posting Komentar
Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;