Pooshup, aplikasi olahraga sederhana yang menggunakan sensor jarak handphone Anda untuk menghitung push-up, tidak memiliki sejarah pendirian yang khas. Bahkan, startup ini tidak memiliki sejarah sama sekali – tiga co-founder baru bertemu di acara AppHack di Shanghai sekitar sebulan yang lalu. Dalam 24 jam, sebuah tim yang terdiri dari lima anggota membangun aplikasi ini.
Co-founder Pooshup, Gustavo Madico, satu-satunya anggota non-China dalam tim tersebut, awalnya ingin membuat aplikasi game minuman, tapi co-founder Forrest Shi ingin membuat aplikasi yang berhubungan dengan kesehatan. Akhirnya terbentuk sebuah kompromi yang melahirkan Pooshup, karena aplikasi ini membuat olahraga menjadi menyenangkan seperti game. Anda hanya perlu meletakkan handphone di lantai menghadap ke atas, kemudian lakukan push-up di atasnya. Anda dapat mengatur timer, bergabung dengan leaderboard, bersaing dengan teman Anda, dan membagi perkembangan Anda di WeChat.
Sejak memenangkan hackathon, tim Pooshup juga ikut berkompetisi di Startup Weekend Shanghai, dimana mereka juga menjadi juara pertama. Hadiahnya adalah booth mereka sendiri di Techcrunch Shanghai.
Tim Pooshup dengan cekatan menyediakan barang-barang bermerek dan juga membuat kartu bisnis warna-warni, kaus, situs, akun media sosial, dan dua tikar yoga, berkat itu booth mereka dikunjungi 120 orang yang melakukan push-up. Akibatnya, mereka mendapat penghargaan “Hottest Booth”, yang merupakan penghargaan ketiga mereka dalam 12 hari.
Ini adalah saat yang tepat bagi Pooshup, dan Madico – yang tinggal di Beijing dan bergabung AppHack secara spontan saat mengunjungi seorang teman di Shanghai – untuk mengakui bahwa mereka belum menetapkan rencana bisnis. Ia tidak akan mengungkapkan jumlah pengguna, tetapi aplikasi sederhana yang menyenangkan ini mendapatkan banyak ketertarikan pada kompetisi yang mereka ikuti saat ini: Global Startup Battle, meski tidak memimpin jumlah suara. Siapapun dapat memilih startup favorit mereka sekali per hari sampai kompetisi berakhir, dan pemenang akan mendapatkan Google Mentorship di markas Google di Silicon Valley.
Pertanyaan sebenarnya adalah apakah semua keberhasilan pada kompetisi yang diikuti Pooshup bisa membawa kesuksesan nyata bagi aplikasi ini. Tim Pooshup perlu mencari tahu bagaimana mereka akan menghasilkan uang, mendistribusikan, memasarkan, membangun model bisnis mereka, dan mungkin menarik investasi. Aplikasi ini mungkin tampak sederhana dan konyol, tapi Madico mengatakan bahwa perusahaan ini adalah sebuah komitmen jangka panjang.
“Tujuan dan visi kami tidak akan berubah. Tapi kita berpikiran terbuka untuk mencapainya,” kata Madico.
Anda dapat mencoba Pooshup secara gratis di Android. Versi iOS-nya telah dibuat, tetapi tim Pooshup masih menunggu persetujuan dari App Store.
via HeniPutra.Net http://heniputra.net/aplikasi-olahraga-sederhana-ini-memenangkan-3-penghargaan-dalam-12-hari-di-shanghai.html
0 Response to "Aplikasi olahraga sederhana ini memenangkan 3 penghargaan dalam 12 hari di Shanghai"
Posting Komentar
Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;