Mencari pendanaan itu sulit. Ini bukan sains, tapi lebih seperti sebuah seni. Jadi, apa yang harus diperhatikan oleh entrepreneur sebelum mendekati investor? Dalam sebuah diskusi panel “The Pros & Cons of VC Funding,” yang diikuti oleh enam investor dari penjuru Asia, saya mencatat beberapa poin penting. Panel tersebut dimoderasi oleh Volker Heistermann, co-founder/MD Yushan Ventures. Dan peserta panel ini adalah sebagai berikut:
- Li Feng, mitra IDG
- Hiro Mashita, business alliance Hikari Tsushin Inc.
- Yen-Lu Chow, managing director WholeTree Ventures
- Cyril Ebersweiler, mitra di SOS, founder Chinaccelerator
- William Bao Bean, managing director SingTel Innov8
Tentu saja saran dari mereka bukanlah panduan super lengkap, tetapi informasi yang mereka bagikan dapat membangunkan pemikiran para entrepreneur sebelum mencari dan memperoleh pendanaan dari investor:
1. Periksa mitra di VC tersebut: Ada beberapa mitra di sebuah VC. Kenali dan ketahui siapa mitra yang paling Anda suka untuk diajak kerjasama dan pastikan bahwa ia adalah orang yang tepat untuk bekerja dengan Anda.
2. Hubungan/Chemistry: Menemukan hubungan dan chemistry dengan investor adalah poin utama yang dibahas dalam disukusi panel ini. Ini adalah kunci untuk memastikan bahwa hubungan yang terjalin sudah berjalan dengan baik, dan memiliki potensi untuk bertahan dalam jangka panjang.
3. Periksa perusahaan portfolio mereka: Untuk mengetahui perusahaan seperti apa yang telah diinvestasi oleh investor, periksa portfolio mereka. Jadi misalnya, sebuah perusahaan e-commerce tidak perlu membuang banyak waktu untuk mencari pendanaan dari VC yang berfokus pada teknologi hardware.
4. Siklus perusahaan: Setiap perusahaan investasi memiliki siklus, biasanya sekitar 10 atau 15 tahun. Jika perusahaan investasi mendekati akhir siklusnya, perusahaan akan cenderung berfokus pada exit – bagi perusahaan portfolionya untuk IPO atau diakuisisi. Jadi memahami siklus pendanaan merupakan hal yang penting karena startup perlu waktu untuk bertumbuh sebelum exit – jika itu memungkinkan.
5. Perhatikan opsi lain: VC bukanlah satu-satunya sumber pendanaan. Ada juga angel investor, crowdfunding, teman, dan keluarga.
6. Tidak ada kontrol 100 persen: Tidak semua orang harus mencari pendanaan dari investor. Jika Anda adalah seorang yang gila kontrol – artinya, seseorang yang ingin memiliki 100 persen kendali dan kepemilikan – maka lebih baik tetap menjadi perusahaan yang kecil dan bertumbuh secara organik. Founder perlu tahu bahwa mencari pendanaan dari investor berarti memberikan sebagian kepemilikan perusahaan kepada orang lain demi pertumbuhan perusahaan.
7. Angel investor yang sibuk tidak keren: Menariknya, William Bao Bean dari SingTel Innov8 mengatakan bahwa para angel investor yang paling terkenal di China (ia tidak menyebutkan namanya) bukanlah investor yang baik untuk diajak bekerja sama. Mereka biasanya memiliki terlalu banyak komitmen lain, dan umumnya telah berinvestasi pada lebih dari 40 sampai 50 startup. Mereka memiliki sedikit waktu untuk memberikan mentoring. William juga mencatat bahwa “angel investor terkenal” di China biasanya mengambil saham dalam jumlah besar, tapi memberi uang dalam jumlah sedikit, yang biasanya membuat founder hanya memiliki sangat sedikit saham setelah melewati beberapa putaran pendanaan. Itu tidak baik karena mereka bisa menjadi kurang termotivasi akibat jumlah saham yang kecil. Jadi, ya, pertimbangkan baik-baik jika ingin bekerjasama dengan angel investor yang sibuk. Bahkan jika mereka terkenal, itu tidak berarti apa-apa jika mereka terlalu sibuk.
(Baca juga: 10 tips berguna untuk entrepreneur baru)
Source: http://id.berita.yahoo.com/7-tips-bagi-entrepreneur-yang-mencari-pendanaan-092249145.html
via HeniPutra.Net http://heniputra.net/7-tips-bagi-entrepreneur-yang-mencari-pendanaan.html
0 Response to "7 tips bagi entrepreneur yang mencari pendanaan"
Posting Komentar
Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;