3 alasan mengapa Asia sangat menyukai interaksi di Facebook

Facebook Like

Mashable baru saja mengeluarkan beberapa data eksklusif dari Facebook mengenai jumlah ‘like’ dan ‘share’ di jejaring sosial tersebut di seluruh dunia. 80 persen ‘like’ dan ‘share’ di Facebook berasal dari luar Amerika serikat. Dan lebih menarik lagi, Asia Pasifik dan Eropa barat berada di peringkat teratas dalam hal jumlah ‘like’ dan ‘share’ ini – masing-masing berkontribusi sebesar 21 persen.


Mengapa Asia Pasifik sangat menyukai interaksi di Facebook? Berikut adalah beberapa penjelasannya:


Populasi


Faktor yang satu ini memang sangat jelas, tapi perlu disebut. Asia Pasifik adalah tempat tinggal 4,3 miliar penduduk. Meski dikurangi 1,3 miliar masyarakat China dimana di negara tersebut Facebook diblokir, Asia Pasifik masih menjadi wilayah yang memiliki populasi yang sangat tinggi, dan bisa dimanfaatkan oleh Facebook. Tingkat penetrasi Facebook di Taiwan adalah yang tertinggi di Asia. Bangkok adalah ibukota yang memiliki pengguna Facebook terbanyak dengan angka 24 juta pengguna. Dengan pengguna sebanyak itu, tidak salah mengatakan bahwa populasi adalah salah satu faktor banyaknya ‘like’ dan ‘share’ datang dari Asia Pasifik.


Kerusuhan


Persentase klik yang diperlihatkan dalam laporan ini dihitung sebulan setelah Facebook mengganti desain tombol ‘like’ mereka di awal bulan November lalu. Selama masa itu, Thailand masih berkutat dengan isu politik, dan Singapura dilanda kerusuhan. Dengan munculnya berita seperti ini di Asia Pasifik, Facebook cenderung menjadi tempat untuk mencari berita dan update terbaru, sehingga ini bisa memicu meningkatnya angka ‘like’ dan ‘share’ di Facebook. Sebelum masa itu sekalipun, Facebook tetap ramai karena munculnya musibah topan Haiyan di Filipina.


Tren konten digital


Apakah Anda pernah melihat post yang mengatakan “like jika kamu setuju”? Konten seperti itu adalah sesuatu yang populer di Asia. Seorang direktur konten media sosial di agensi digital di Thailand menjelaskan:


Klien dan brand tetap berfokus menjadikan angka sebagai indikator kondisi persaingan dan untuk mengukur tingkat kesuksesan. Asia berfokus pada angka “tracking”, sementara negara-negara barat berfokus pada kualitas interaksi dan “engagement”.


Ketiga poin di atas adalah tanggapan saya terhadap data Facebook dalam sebulan terakhir. Mungkin ada beberapa penjelasan yang lebih luas dan/atau mendalam. Anda bisa memberikan pendapat Anda di kolom komentar. Oh, dan jangan lupa untuk ‘share’ artikel ini di Facebook!


Source: http://id.berita.yahoo.com/3-alasan-mengapa-asia-sangat-menyukai-interaksi-di-030026716.html






via HeniPutra.Net http://heniputra.net/3-alasan-mengapa-asia-sangat-menyukai-interaksi-di-facebook.html

0 Response to "3 alasan mengapa Asia sangat menyukai interaksi di Facebook"

Posting Komentar

Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;