![]() |
| Ilustrasi |
Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diyansah menyayangkan kejadian di Sukamiskin tersebut. Kejadian tersebut tentu mengecewakan masyarakat, termasuk penegak hukum.
"Ini melukai rasa keadilan publik, juga sangat mengecewakan penegak hukum," kata Febri di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/2).
Menurut dia, proses menjerat koruptor hingga masuk bui bukanlah perkara biasa. Selain memakan waktu dan anggaran, terdapat kenyataan jika terpidana koruptor kerap diperlakukan istimewa dalam penjara.
"Tapi akhirnya tidak bisa dihukum secara maksimal karena ulah beberapa kalangan," jelas dia.
Kasus perlakuan istimewa di lapas sudah terjadi beberapa kali di Indonesia. Selain fasilitas mewah, para pesakitan ini juga kerap keluar masuk penjara.
Ruang penjara yang ditempati Artalyta Suryani misalnya. Terpidana kasus suap terhadap jaksa Urip Tri Gunawan begitu mewah dan lengkap.
Tidak hanya ruangan dengan pendingin udara, sel Artalyta juga dilengkapi fasilitas layaknya di rumah pribadi.
Pada 9 September 2015 lalu, terpidana kasus korupsi dan mafia pajak Gayus Halomoan Partahanan Tambunan kepergok keluyuran lagi di luar lembaga pemasyarakatan (lapas).
Hal itu diketahui sejak foto Gayus yang sedang makan di Restoran Manado, Jakarta Selatan, beredar di media sosial. Belakangan, Gayus disebut-sebut sering keluar masuk sel hingga 68 kali untuk pelesiran
Sumber: cnn

0 Response to "Hidup Mewah di Lapas Sukamiskin Jadi Hal Memalukan"
Posting Komentar
Bagaimana menurut kamu??? hmmmmmmmm @_^;